Our Story

Izin Penyelenggaraan Program Studi D III Refraksi Optisi/D III Optometri STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 104/M/Kp/III/2015 tanggal 30 Maret 2015

55000
Alumni
60
Mahasiswa
2240
Dosen Bersertifikat
215
Jumlah SKS
  • Refraksi optisi/Optometri merupakan bagian tak terpisahkan dari pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Refraksionis Optisien/Optometris yang kompeten kepada individu yang mengalami gangguan   ketajaman penglihatan, gangguan penglihatan kurang, gangguan koordinasi dua mata dan gangguan-gangguan penglihatan lainnya yang disebabkan karena berbagai faktor agar individu dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara optimal.
  • Pasal 11 ayat 11  UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan menyebutkan bahwa: Jenis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga keteknisian medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf j  terdiri atas perekam medis dan informasi kesehatan, teknik kardiovaskuler, teknisi pelayanan darah, refraksionis optisien/optometris, teknisi gigi, penata anestesi,  terapis gigi dan mulut, dan audiologis.
  • Refraksionis Optisien/Optometris adalah tenaga kesehatan yang telah lulus pendidikan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku yang berwenang melakukan pemeriksaan mata dasar, pemeriksaan refraksi, menetapkan hasil pemeriksaan, menyiapkan dan membuat lensa kacamata atau lensakontak, termasuk pelatihan ortoptik; (KMK : 1424/MENKES/SK/XI/2002)

Peran dan fungsi Refraksionis Optisien/ Optometris adalah:

  1. Sebagai Pelaksana Pelayanan Pemeliharaan Penglihatan
  2. Sebagai Penatalaksana Pemeliharaan Penglihatan
  3. Sebagai Penyuluh Bidang Pmeliharaan Penglihatan

Refraksionis Optisien atau Optometris dalam melaksanakan pekerjaannya, memiliki kompetensi minimal untuk melakukan:

  1. Pelayanan Refraksi;

Pelayanan refraksi sebagaimana dimaksud meliputi:

a. Persiapan pelayanan refraksi;

b. Pemeriksaan anamnesa dan pendahuluan;

c. Pemeriksaan mata dasar;

d. Pemeriksaan refraksi objektif dan subjektif monokuler;

e. Pemeriksaan penglihatan binokuler;

f. Penetapan kelainan mata yang perlu dirujuk;

g. Penyuluhan/bimbingan pemeliharaan penglihatan (vision care);

h. Penetapan ukuran lensa dan/atau jenis terapi penglihatan yang diperlukan untuk mencapai penglihatan binokuler yang single, jelas dan nyaman serta memenuhi kebutuhan visual pasien;

i. Evaluasi pelayanan refraksi;

j. Pencatatan pelayanan refraksi; dan

k. Memimpin satuan unit kerja refraksi.

2. Pelayanan Optisi;

Pelayanan optisi sebagaimana yang dimaksud , meliputi:

a. Penerjemahan resep kacamata dari dokter spesialis mata maupun hasil pemeriksaan sendiri/rekan sejawat Refraksionis Optisien/ Optometris;

b. Merekomendasi jenis alat penglihatan (eyewear) sesuai kebutuhan visual pasien.

c. Pemesanan lensa kacamata;

d. Penilaian kacamata;

e. Pemotongan lensa kacamata;

f. Pengecekan lensa hasil processing;

g. Penyesuaian/penyetelan kacamata standar;

h. Pengepasan kacamata ke wajah klien/pasien;

i. Penyuluhan dan bimbingan pemakaian kacamata;

j. Evaluasi pelayanan optisi;

k. Pencatatan pelayanan optisi; dan

l. Memimpin satuan unit kerja optisi.

 3. Pelayanan Lensa Kontak.

Pelayanan lensa kontak sebagaimana yang dimaksud meliputi:

a. Persiapan pelayanan lensa kontak;

b. Pemeriksaan pendahuluan pelayanan lensa kontak;

c. Penentuan jenis lensa kontak;

d. Penilaian fitting lensa kontak;

e. Pemesanan lensa kontak;

f. Bimbingan pemakaian dan perawatan lensa kontak;

g. Pemeriksaan lanjutan/kunjungan ulang;

h. Menentukan rujukan;

i. Evaluasi pelayanan lensa kontak;

j. Pencatatan pelayanan lensa kontak; dan

k. Memimpin satuan unit kerja lensa kontak.

 

Lahan Kerja bagi lulusan D III Optometri:

  • Rumah Sakit Mata baik negeri maupun swasta
  • Klinik Mata
  • Fasilitas Layanan Kesehatan lainnya
  • Perusahaan Lensa Kacamata
  • Perusahaan Lensa Kontak
  • Perusahaan Frame Kacamata
  • Institusi Pendidikan
  • Optik (Sebagai Penanggung jawab)
  • Wirausaha